News

Kabar terbaru dari psobat.org & komunitas psoriasis

Kegiatan

World Psoriasis Day 2025, Solo – Jawa Tegah (RS-UNS)

Di wilayah Soloraya, Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) menjadi pionir pembentukan komunitas penyintas psoriasis sejak tahun 2017.

Salah satu tujuan utama adalah mematahkan stigma bahwa psoriasis adalah penyakit menular — padahal dijelaskan sebagai penyakit autoimun kronis.

Inisiatif Komunitas & Edukasi

Komunitas tersebut dibentuk atas inisiatif dokter kulit di RS UNS setelah seorang pasien lama menyampaikan keinginan agar ada “wadah” bagi penyintas untuk saling berbagi pengalaman dan dukungan.

Kegiatan rutin dilakukan: misalnya sarasehan, webinar, seminar awam, terutama bertepatan dengan World Psoriasis Day setiap Oktober.

Edukasi tak hanya soal perawatan medis dan fototerapi (seperti Narrowband UVB) tetapi juga perhatian pada aspek psikologis, sosial, dan produktivitas penyintas.

Fakta Klinis & Stigma

Psoriasis dapat menyerang siapa saja (anak-anak/dewasa, laki/perempuan), muncul di berbagai area tubuh (kepala, siku, lutut, alat kelamin).

Penyebabnya kompleks: faktor imun, genetik, lingkungan, metabolisme.

Penting ditegaskan bahwa psoriasis bukan penyakit menular.

Meskipun tidak mengancam jiwa langsung, psoriasis bersifat kronis dan kambuh-kambuhan, serta dapat berkaitan dengan penyakit penyerta seperti diabetes, jantung, autoimun lainnya.

Dampak Psikososial & Manajemen

Karena tampilan fisik (lesi kulit, sisik keperakan) dan kurangnya pemahaman masyarakat, banyak penyintas mengalami rasa malu, penurunan kepercayaan diri, bahkan gangguan kesehatan mental.

Komunitas membantu dengan memberikan ruang berbagi, motivasi, dan mendukung penyintas agar tetap aktif dalam masyarakat—tak terkucilkan oleh kondisi mereka.

Untuk mencegah kambuh, stres, kelelahan, dan kondisi kulit kering menjadi faktor penting yang harus diontrol.

Kolaborasi antara RS UNS, komunitas penyintas, dan institusi pendidikan kedokteran (seperti Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta / FK UMS) memainkan peranan penting dalam:

Memberi edukasi bahwa psoriasis bukan penyakit menular,

Membangun dukungan sosial dan psikologis bagi penyintas,

Memfasilitasi layanan medis yang lebih dekat untuk wilayah Soloraya (sebagai misalnya fototerapi yang sebelumnya harus ke Yogyakarta).

Bagikan