News

Kabar terbaru dari psobat.org & komunitas psoriasis

Artikel

Ulasan Khusus : Sisi lebih dalam Psoriasis

Artikel lepas, 20 agustus 2025,

Psoriasis merupakan kondisi peradangan kulit kronis yang bersifat kambuhan. Gejalanya yang terlihat pada kulit sering kali menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat yang belum memahami penyakit ini secara benar. Tidak jarang, psoriasis disalahartikan sebagai penyakit menular, padahal sejatinya psoriasis bukan penyakit menular.

Diperkirakan terdapat sekitar 800.000 hingga 1 juta jiwa penduduk Indonesia yang hidup dengan psoriasis. Meskipun sebagian hanya mengalami gejala ringan, banyak di antaranya yang tetap harus berhadapan dengan tantangan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menjadi lebih sulit terutama bagi penyintas psoriasis yang memiliki lesi di bagian tubuh yang mudah terlihat. Mereka kerap mendapatkan tatapan atau perlakuan berbeda, baik di lingkungan sekitar, sekolah, kampus, tempat kerja, maupun saat beraktivitas sehari-hari.

Selain menghadapi stigma sosial, banyak penyintas psoriasis yang harus membagi waktu, dan fikiran juga tenaga antara pekerjaan, pengobatan, serta keluarga mereka. Beban ini kerap tidak terucapkan, namun nyata mereka rasakan. Kondisi menjadi semakin berat ketika psoriasis berkembang ke tingkat yang lebih rumit dengan komorbitas atau penyakit autoimun lain, yang berdampak serius pada aspek psikologis maupun kualitas hidup.

 

Peran Media Independen dalam Dunia Psoriasis di Indonesia

Dalam hal ini, media memegang peran penting, baik media publik maupun media independen yang dikelola oleh komunitas penyintas psoriasis. Media tidak hanya berfungsi untuk memperkenalkan psoriasis kepada masyarakat luas, tetapi juga menyajikan sisi lain yang lebih mendalam mengenai dampak psoriasis terhadap kehidupan sehari-hari, hubungan keluarga, pasangan, kondisi ekonomi, serta kesehatan mental. Tak jarang narasi yang diangkat mampu menghadirkan rasa empati, pemahaman, serta keterhubungan yang lebih erat antara penyintas dan masyarakat.

Dukungan komunitas yang terbentuk melalui media bukan sekedar tempat mencari informasi. Namun tak jarang menjadi wadah berbagi, juga sarana pembelajaran untuk memahami psoriasis secara lebih komprehensif. Pengalaman langsung dari penyintas memberikan wawasan berharga yang tidak selalu dapat diperoleh dari sisi medis semata, yakni pemahaman mengenai bagaimana berdamai dengan kondisi ini dan membangun ketahanan diri dalam menjalaninya.

Tidak dapat dipungkiri, penyintas psoriasis menghadapi berbagai persoalan yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain. Tantangan tersebut tidak hanya berupa stigma sosial, seringkali juga menyangkut keterbatasan fisik pada penyitas psoriasis arthiritis, hambatan dalam pekerjaan, serta beban biaya hidup dan pengobatan yang saling berkaitan. Ketika kondisi ekonomi semakin berat, menjalani pengobatan jangka panjang sering kali tidak menjadi prioritas, dan kenyataan ini benar-benar terjadi di sekitar kita.

Upaya menyuarakan isu psoriasis bukanlah sekadar kampanye. Lebih dari itu, diperlukan kemampuan untuk menghadirkan pemahaman yang mendalam, bahkan sering kali menuntut keberanian melampaui ego pribadi, demi menyampaikan sisi yang lebih hakiki dari perjuangan para penyintas.

Peran lain yang tidak kalah penting dari media independen yang dikelola komunitas psoriasis adalah sebagai mata dan telinga dalam pelaksanaan kebijakan terkait pengobatan dan jaminan kesehatan (JKN). Media komunitas menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa layanan yang diterima sesuai dengan hak penyintas, serta senantiasa menyuarakan kebutuhan yang belum terpenuhi ketika terjadi permasalahan di lapangan.

 

Penulis,

Admin Komunitas

Bagikan