Psoriasis, Psoriasis Arthritis, dan Gangguan Tidur: Siklus yang Sering Terabaikan
Yayasan Sobat Psoriasis Nusantara — Psobat.org
Banyak pasien atau penyitas dengan psoriasis maupun Psoriasis Arthritis (PsA) mengalami gangguan tidur akibat gatal, nyeri sendi, dan peradangan kronis. Studi menunjukkan bahwa lebih dari separuh pasien psoriasis dan PsA memiliki kualitas tidur yang buruk.
Gangguan tidur yang sering muncul adalah sleep apnea dan sindrom kaki gelisah (RLS). Faktor inflamasi, kecemasan, nyeri, dan gatal memperburuk kondisi ini, menciptakan siklus yang saling memperparah gejala psoriatik.
Cara Meningkatkan Kualitas Tidur
- Konsultasikan dengan dokter untuk deteksi dini sleep apnea atau RLS.
- Kelola gejala fisik (nyeri dan gatal) dengan perawatan medis, pelembap, atau mandi air hangat (hindari air terlalu panas).
- Perbaiki kebiasaan tidur: jadwal konsisten, batasi kafein/alkohol, kurangi layar sebelum tidur, lakukan meditasi atau relaksasi.
Pentingnya Deteksi Dini
Gangguan tidur pada pasien psoriasis dan PsA sering tidak terdiagnosis. Diskusikan dengan reumatologis bila gangguan tidur terus berlanjut.
Referensi
Durasi Waktu Tidur dan Psoriasis: Hubungan yang saling terkait
Tidur yang nyenyak adalah kebutuhan dasar tubuh. Namun, bagi banyak pasien psoriasis, tidur berkualitas seringkali sulit dicapai. Gejala seperti nyeri, gatal, hingga depresi dapat membuat seseorang terbangun di tengah malam atau sulit terlelap.
Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 85% pasien psoriasis mengalami kesulitan tidur. Kondisi ini bukan hanya mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari, tetapi juga beresiko memperburuk gejala psoriasis itu sendiri.
Mengapa Pasien Psoriasis mengalami ganguan Sulit Tidur?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan tidur pasien psoriasis terganggu:
- Gejala fisik seperti nyeri sendi, gatal, atau kulit yang meradang.
- Faktor psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi.
- Peradangan kronis yang dialami tubuh ikut mengganggu pola tidur alami.
- Bagi pasien psoriasis arthritis (PsA), gangguan tidur bahkan lebih sering terjadi dibandingkan psoriasis tanpa arthritis. Studi menunjukkan lebih dari 60% pasien PsA mengalami kualitas tidur yang buruk, dipengaruhi oleh nyeri, kelelahan, dan depresi.
Dampak Buruk Kurangnya waktu Tidur
Kurangnya waktu tidur bukan sekedar menyebkan rasa kantuk di siang hari. Bagi pasien psoriasis, efeknya bisa lebih dari itu:
- Resiko Kekambuhan psoriasis akan lebih sering dan lebih berat.
- Meningkatkan risiko penyakit serius lain seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.
- Kelelahan kronis yang tidak hilang meskipun sudah beristirahat.
- Peradangan tubuh semakin aktif, memperburuk kondisi kulit maupun sendi.
Strategi Meningkatkan Kualitas Tidur
Beberapa langkah sederhana dapat membantu pasien psoriasis memperoleh tidur yang lebih baik:
- Higiene tidur – tidur dan bangun di jam yang sama, batasi kafein/alkohol, dan kurangi penggunaan gawai (ponsel) sebelum tidur.
- Perawatan gejala – gunakan pelembap, humidifier, atau mandi hangat untuk mengurangi gatal dan nyeri.
- Manajemen stres – praktik meditasi, relaksasi, atau mindfulness.
- Deteksi gangguan tidur serius – seperti sleep apnea atau Restless Legs Syndrome, yang perlu ditangani dengan bantuan medis.
Gangguan waktu tidur atau kualitas tidur yang baik adalah masalah yang sering terabaikan pada pasien psoriasis dan psoriasis arthritis. Padahal, kualitas tidur yang buruk bukan hanya memperburuk gejala, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit lain yang lebih berat. Mengelola waktu tidur sama pentingnya dengan mengelola gejala psoriasis itu sendiri.
Referensi
Dr Catherine O’Leary
Pasien Psoriasis, Psikolog, dan anggota Medical and Research Committee di The Psoriasis Association (UK).
Info lengkap: The Psoriasis Association – Medical & Research Committee
PubMed – Psoriasis and Sleep Quality
Artikel ilmiah yang membahas hubungan kualitas tidur dengan pasien psoriasis dan psoriasis arthritis.
Baca selengkapnya: PubMed – Psoriasis & Sleep