Pola Makan dan Diet dalam Psoriasis
Hingga saat ini, belum ada diet khusus yang terbukti efektif untuk semua orang dengan psoriasis. Pengalaman komunitas menunjukkan bahwa apa yang membantu pada satu pasien belum tentu memberikan hasil yang sama pada pasien lainnya.
Oleh karena itu, penyesuaian pola makan tidak bisa dilakukan hanya dengan meniru atau mengadopsi satu pola tertentu. Setiap pasien perlu melakukan proses mengenali dan mencatat sendiri makanan mana yang mungkin menjadi pemicu, serta mana yang justru mendukung kondisi tubuhnya, namun demikian untuk memudahkan pencarian kami telah membagi kategori kelompok pasien sesuai kondisi medis yang dapat terkait




Pendekatan ini lebih bersifat individual, sehingga kesadaran diri, observasi, dan konsistensi dalam mencatat reaksi tubuh sangat penting. Dengan begitu, pola makan dapat disesuaikan secara lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing penyitas psoriasis.

Kami telah merangkum yang terkait makanan dan pola tertentu ke dalam bagan dimana ke 4 kelompok sebenarnya merupakan, kondisi medis tertentu ~ bukan andai andai
- Celiac disease (Penyakit Celiac) → penyakit autoimun pada usus halus akibat intoleransi terhadap gluten.
- Leaky gut syndrome (Sindrom usus bocor) → kondisi meningkatnya permeabilitas dinding usus sehingga molekul besar dapat masuk ke aliran darah.
- Alergi kronis (Chronic allergy) → reaksi imun berlebihan yang menetap terhadap alergen tertentu, bersifat jangka panjang.
Dalam dunia psoriasis sendiri secara umum tidak ada pantangan dan tidak juga ada anjurkan untuk melakukan tes secara khusus, kecuali ada indikasi kondisi kesehatan lainnya.
Mengingat biaya tes tes lab yang terkait pada umumnya tidak di cover asuransi (biaya mandiri) ada baiknya kita belajar mengenali diri dan nikmati prosesnya dan ketika ada kecenderungan memilki kondisi kesehata lainya seperti Celiac disease, Leaky gut syndrome dan Alergi kronis (Chronic allergy) beritahukan ke dokter anda untuk menanyakan perlu atau tidaknya tes laboratorium lebih lanjut