News

Kabar terbaru dari psobat.org & komunitas psoriasis

psoriasis

Lokal Fototerapi – Targeted Fototerapi

Apa itu Targeted Phototherapy?

Targeted phototherapy, juga disebut concentrated phototherapy, focused phototherapy, atau microphototherapy, adalah jenis fototerapi yang memberikan radiasi ultraviolet langsung ke lesi kulit tertentu melalui alat khusus (baik laser maupun non-laser), bukan menyinari seluruh tubuh secara menyeluruh

Keunggulan dibanding Fototerapi Konvensional

Hanya area yang mengalami kelainan yang disinari, sehingga meminimalkan efek samping akut seperti erythema (kemerahan menyerupai sunburn) dan risiko jangka panjang seperti kanker kulit di area yang sehat .

  • Pengiriman dosis energi tinggi secara cepat → sesi perawatan lebih singkat.
  • Mengurangi frekuensi kunjungan klinik → lebih praktis untuk pasien.
  • Bisa menjangkau area sulit seperti kulit kepala, hidung, genitalia, mulut bagian dalam, dan telinga.
  • Alat lebih ringkas dibanding mesin fototerapi besar, jadi bisa digunakan pada ruangan kecil dan lebih ramah untuk anak-anak

Kekurangan

  • Alat-targeted lebih mahal daripada peralatan konvensional.
  • Tidak efektif jika lesi tersebar lebih luas (>10% area tubuh), karena waktu dan biaya akan meningkat tajam .

Indikasi Penggunaan

Targeted phototherapy dapat digunakan untuk kondisi kulit seperti:

  • Psoriasis dan psoriasis kulit kepala
  • Dermatitis seboroik
  • Vitiligo
  • Limfoma sel T kulit (mycosis fungoides)
  • Dermatitis atopik
  • Pityriasis lichenoides
  • Urticaria pigmentosa
  • Morphea (skleroderma lokal)
  • Dermatitis tangan

Mekanisme Kerja

Sebagian besar alat menembakkan radiasi di spektrum UVB, khususnya narrowband UVB sekitar 308–311 nm. Beberapa alat non-laser juga memancarkan UVA.

Efek Perbaikan fototerapi ini termasuk:

  • Apoptosis (kematian sel terprogram) sel-sel yang patogenik seperti sel T pada psoriasis, mastosit pada kondisi gatal, dan sebagainya.
  • Mengaktifkan hormon yang merangsang melanogenesis (produksi pigmen kulit), membantu repigmentasi pada vitiligo.
  • Menghambat pelepasan histamin dari basofil/mastosit, mengurangi gejala pada kelainan histaminik.
  • Menekan respons imun lokal dan memodifikasi produksi sitokin sehingga membantu kondisi radang kulit

Jenis Alat Fototerapi (Devices)

Laser-targeted:

  • Excimer laser seperti xenon-chloride (XeCl) 308 nm. Contohnya: XTRAC® dan Wave Light®—alat kuat namun mahal dan besar .
  • Monochromatic excimer (non-laser): Model seperti Excilite®, Pxlite (308 nm), Exciplex. Lebih ringan, lebih murah, area paparan lebih besar .

Non-laser Targeted UV:

Menggunakan sistem fiber-optic untuk menyalurkan cahaya UV (UVA dan UVB) ke area lesi.

Contoh perangkat: Dualight® (UVA + UVB), Bioskin® (narrowband UVB 280–300 nm), Levia® dan Lumera®

Keamanan & Kontraindikasi

Keamanan:

  • Paparan UV terbatas → risiko penuaan kulit dan kanker kulit di area sehat jadi lebih rendah.
  • Tetapi masih dapat menyebabkan fototoksisitas akut: kemerahan dan blister (lepuh) muncul 4–6 jam setelah dan memuncak 12–24 jam pascatreatment.
  • Area genital pria sangat rentan terhadap kanker kulit dan harus dilindungi dengan baik selama terapi .

Kontraindikasi Absolut:

  • Xeroderma pigmentosum (kelainan genetik yang membuat kulit sangat sensitif terhadap sinar UV)
  • Systemic lupus erythematosus
  • Sindrom Gorlin (basal cell nevus)
  • Kelainan fotosensitivitas
  • Riwayat melanoma .

Kontraindikasi Relatif:

  • Usia sangat muda
  • Banyak tanda lahir (moles)—risiko melanoma
  • Riwayat kanker kulit non-melanoma
  • Obat yang membuat kulit fotosensitif
  • Paparan UV masa lalu yang signifikan
  • Paparan arsenik, radioterapi, penggunaan imunosupresan seperti cyclosporine .

Bagikan