Potensial Trigger & Silent Trigger pada Psoriasis
Artikel Lepas
Jakarta – Istilah trigger atau pemicu kekambuhan bagi orang dengan psoriasis atau penyintas psoriasis mungkin bukanlah hal yang asing lagi. Namun hal ini dapat menjadi salah satu aspek yang paling kompleks dan rumit bagi hampir semua penyintas psoriasis.Bagi saya pribadi yang sudah hidup berdampingan dengan psoriasis sejak usia 2 tahun—hampir 40 tahun lamanya—memahami apa saja pemicu kambuh psoriasis yang ada pada diri saya masih menjadi proses pembelajaran yang terus berjalan.
Artikel ini bertujuan untuk menyederhanakan pemahaman mengenai trigger dalam dua kelompok besar, agar lebih mudah dipahami sebagai panduan dasar khususnya oleh kawan-kawan penyintas psoriasis.
1. Potensial Trigger
Dalam artikel ini, yang dimaksud dengan potensial trigger adalah hal-hal yang bersifat fisik dan dapat dilihat secara langsung beberapa contoh yang umum ditemui antara lain :
- Bahan makanan
- Obat-obatan
- Alkohol dan Rokok
Meskipun dunia medis tidak secara tegas menyatakan adanya “pantangan” atau makanan tertentu sebagai pemicu psoriasis, tidak sedikit penyitas psoriasis yang mengatakan salah satu kekambuhan mereka seringkali dipicu oleh salah satu faktor tersebut.
Hal terpenting yang perlu dipahami adalah, pemicu psoriasis dapat berbeda pada setiap orang dengan psoriasis contoh yang umum ditemui pada sebagian penyintas, makanan tertentu bisa menjadi pemicu psoriasis mereka tapi tidak pada yang lain,
Secara umum makanan sebagai kelompok pemicu dapat di bagi ke dalam 4 golongan penyitas yaitu:
- Penyitas psoriasis yang psoriasisnya dapat terpicu perlahan setelah mengkonsumsi maknan makanan dalam daftar medis yang di kaitkan sebagai pemicu
- Penyitas psoriasis yang psoriasisnya dapat terpicu perlahan setelah mengkonsumsi makanan makanan yang mengandung unsur Gluten atau Autoimun Celiac (Celiac Disease)
- Penyitas psoriasis yang psoriasisnya dapat terpicu perlahan setelah mengkonsumsi makanan makanan tertentu di luar dua kelompok sebelumnya atau intoleransi makan yang lebih condong ke arah alergi individu
- Peyitas Psoriasis yang psoriasisnya tidak terpicu oleh makanan tertentu
Factor pemicu yang berasal dari makanan bisa berbeda pada dua orang dengan psoriasis dalam satu keluarga misal antara orang tua dan anak yang sama sama di diagnosis dengan psoriasis
2. Silent Trigger
Berbeda dengan potensial trigger, kelompok silent trigger bersifat non-fisik dan seringkali tidak terlihat secara langsung. Contoh yang umum adalah:
- Stres, tekanan psikologis, dan kelelahan
- Masalah masalah Infeksi
- Berat badan berlebih
- Komorbiditas (penyakit penyerta)
- Faktor hormonal (terutama pada wanita seperti Haid dan kehamilan)
Pemicu ini biasanya berlangsung perlahan prosesnya bisa berlangsung berhari-hari, sehingga seringkali baru disadari penyebab kekambuhannya setelah gejala muncul.
Stres yang di sebabkan aktifitas sehari hari seperti tekanan pekerjaan, tekanan saat proses pendidikan atau skripsi, faktor ekonomi atau yang berasal dari respon lingkungan dan keluarga, seperti stigma lingkungan atau bahkan pertengkaran kelurga umumnya tidak disadari dampak terburuk yang pernah kami dapati adalah kekambuhan pada pasien yang menjalani terapi injeksi biologis
Perbedaan Karakteristik pada potensial Trigger biasanya kekambuhan terjadi secara cepat sedangkan silent trigger cenderung bertahap, dengan reaksi yang muncul perlahan hingga akhirnya memicu kekambuhan psoriasis.
Pentingnya Pola Hidup Sehat dan Olahraga Ringan
Menjalani pola hidup sehat dan olahraga ringan merupakan salah satu cara terbaik untuk membantu mengurangi tingkat keparahan psoriasis. Beberapa manfaat dari pola hidup sehat antara lain:
- Membantu mengendalikan gejala agar tidak semakin parah•
- Menjaga kondisi remisi lebih stabil
- Membantu efektivitas pengobatan yang sedang dijalani
- Mengurangi frekuensi kekambuhan
Memahami trigger psoriasis membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Setiap orang dengan psoriasis perlu belajar mengenali pola tubuhnya sendiri. Jika diperlukan, konsultasi dengan dokter spesialis untuk dapat membantu menemukan kemungkinan adanya faktor pemicu lain yang terkait dengan sistem imun dan peradangan
Dengan pemahaman yang baik, penyintas psoriasis dapat lebih bijak dalam mengelola kondisi psoriasisnya, sehingga perjalanan hidup bersama psoriasis bisa lebih terkendali.
Artikel tidak mengantikan pendapat medis , selalu bicarakan masalah anda dengan dokter atau dengan komunitas, dan gunakan obat obatan psoriasis sesuai petunjuk dan pedoman yang diberikan dokter untuk mendapatkan hasil pengobatan yang optimal dengan resiko efek samping sekecil mungkin
Penulis :
Penyitas Psoriasis, Admin komunitas, Ex Kordinator lapangan Jabodetabek, Penulis Media Publik, dua orang penyitas dalam satu keluarga, Pasien Psoriasis RSCM 1997 – 2000, 2017/2018