Psoriasis dan Obesitas: Hubungan Dua Arah yang Memperburuk Kondisi
Manajemen berat badan adalah kebutuhan medis bagi penyintas psoriasis. Penurunan berat badan dapat mengurangi peradangan sistemik dan meningkatkan respons terapi.
Dikutif dari IFPA
Psoriasis dan Obesitas Dua Kondisi yang Saling Memperburuk
📢 Psoriasis dan obesitas memiliki hubungan erat yang dapat menciptakan lingkaran masalah kesehatan. Obesitas tidak hanya meningkatkan risiko munculnya psoriasis, tetapi juga dapat memperberat gejala atau keparahanya, sehingga berdampak pada kualitas hidup penyintas psoriasis.



🔍 Fakta penelitian menunjukkan bahwa obesitas memperparah peradangan kronis yang mendasari psoriasis. Selain itu, penderita dengan berat badan berlebih memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit serius lainnya, seperti gangguan hati (liver) dan jantung.
💡 Oleh karena itu, pengelolaan berat badan bukan sekadar persoalan estetika, melainkan kebutuhan medis yang harus diperhatikan oleh mereka yang hidup dengan psoriasis.
Bagaimana Obesitas Mempengaruhi Psoriasis?
🔥 Psoriasis dipicu oleh peradangan sistemik kronis. Obesitas memperburuk peradangan tersebut sehingga membuat gejala lebih sulit dikendalikan.
📉 Beberapa penelitian membuktikan bahwa penurunan berat badan dapat berpengaruh di antaranya:
- Mengurangi peradangan di dalam tubuh.
- Meringankan gejala psoriasis.
- Membuat terapi lebih efektif.
- Meningkatkan kualitas hidup penyitas psoriasis secara keseluruhan.
Peran Individu dan Sistem Kesehatan
💪 Upaya menjaga berat badan yang sehat memang dimulai dari individu, namun bukan berarti menjadi tanggung jawab pribadi sepenuhnya. Sistem kesehatan perlu menyediakan akses edukasi, pendampingan, serta program berkelanjutan untuk membantu para penyitas psoriasis mengelola kesehatan jangka panjang.
Referensi International Federation of Psoriatic Disease Associations ( IFPA)