Apa itu Psoriasis Eritrodermik?
Psoriasis eritrodermik adalah bentuk psoriasis yang sangat parah, ditandai dengan kemerahan dan peradangan kulit yang menyeluruh, mencakup sebagian besar permukaan tubuh. Kondisi ini jarang terjadi, tetapi sangat serius dan dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani .



Penyebab
Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita psoriasis yang sudah ada, terutama jika psoriasisi cenderung memburuk atau tidak stabil. Namun, dalam kasus tertentu, psoriasis eritrodermik bisa menjadi manifestasi awal dari penyakit psoriasis . Faktor pemicu yang umum meliputi:
- Infeksi
- Hipokalsemia (kadar kalsium rendah)
- Penghentian steroid oral atau penggunaan topikal kuat secara tiba-tiba
- Alkohol berlebih
- Penggunaan obat tertentu seperti lithium, antimalaria, tar batubara, atau interleukin II .


Gejala Klinis
- Kemerahan dilakukan secara luas, kulit menjadi hangat, meradang, dan sering mengelupas.
- Eksfoliasi dan pengelupasan dalam bentuk sisik, sering muncul sebagai lapisan besar kulit yang mengelupas.
- Gatal dan terbakar bisa sangat mengganggu, bahkan menyakitkan.
- Ciri psoriatik klasik: seperti silia peraku, onikolisis (nail separation), dan hiperkal keratotik pada kuku .
Gejala sistemik:
demam, menggigil, merasa sangat sakit, pembengkakan kelenjar getah bening, ketidakstabilan suhu tubuh, gagal jantung jenis high‑output, serta dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit .
Komplikasi Potensial
- Dehidrasi akibat kehilangan cairan melalui kulit
- Hipotermia karena gangguan pengaturan suhu
- Gagal jantung akibat high-output
- Infeksi sekunder seperti selulitis atau pneumonia
- Hipoproteinemia dan edema (pembengkakan jaringan)
- Malnutrisi atau gangguan nutrisi dan risiko kematian jika tidak ditangani cepat .
Diagnosis
Diagnosis dilakukan melalui:
- Riwayat medis dan riwayat psoriasis sebelumnya
- Pemeriksaan fisik, memastikan penyebaran erythema ≥ 75–90 % luas tubuh
- Biopsi kulit bila diperlukan, untuk melihat ciri histologis khas psoriasis dengan peradangan sel eosiinofil, pembuluh kapiler melebar, hyperkeratosis, dan micro‑abscess Munro
Bagaimana Penanganan Psoriasis Eritrodermik
- Penanganan memerlukan perhatian medis segera dan sering kali rawat inap ditujukan untuk: Perbaikan status cairan, elektrolit, dan suhu tubuh
- Pemberian emolien, kompres basah dingin, dan istirahat total
- Mengatasi komplikasi seperti infeksi (antibiotik), diuretik, nutrisi pendukung
Terapi obat meliputi:
- Imunosupresan sistemik seperti methotrexate, ciclosporin, atau acitretin
- Biologik (TNF‑α inhibitors seperti adalimumab, etanercept, infliximab; IL‑12/23 inhibitor ustekinumab; IL‑17 inhibitor bimekizumab) telah menunjukkan hasil positif pada beberapa pasien
Kortikosteroid oral umumnya dihindari karena risiko rebound menjadi pustular psoriasis, meskipun kadang digunakan bila perawatan lain tidak efektif
Terapi seperti phototherapy atau tar topikal biasanya dihindari selama fase akut karena bisa memperburuk kondisi .